Kata Azimat

Kata Azimat
" Usaha itu Perlu, Doa itu Pembantu, Allah itu Penentu"... "Setiap Ilmu Yg Dipelajari perlu kepada Bimbingan Akal serta Panduan Iman Agar tidak tersasar dari Landasannya"... "Tiada tali yang paling erat selain tali silaturrahim, Tiada pintu yang pling kukuh selain pintu hati.., Tiada hutang yang pling berat selain hutang budi.., Tiada pemberian yang paling berharga selain memberi maaf"..."Allah sentiasa bersama hamba-hambaNya selagi hamba- hambanyaNya mengingatinya"... "Setiap Ujian Yang Datang Daripada Allah.., Pasti akan ada hikmahnya..,Terpulang pada diri untuk menilainya"... "The More We Learn..., The More We Know that We Are So Stupid.."......"Ukhuwah yang dibina di antara kita biarlah seperti seutas tasbih..,, ada awal.., tiada penghujungnya,,,,, dicipta untuk mengingati-Nya...dibahagi untuk cinta-Nya..,, dan diratib demi keredhaan-Nya..Ukhuwah itu umpama ikatan tasbih.. Butir-butir tasbih mewakili roh-roh yang terjalin, manakala ikatan tali tasbih mewakili ukhuwah tersebut.. Sekiranya ikatan tersebut tidak diketahui dan terputus.., maka bercerailah roh-roh tersebut dan menjadi jauh..;')

Monday, February 2, 2026

Maryam Binti Imran.

 

Maryam Binti ‘Imran adalah perempuan yang dipotret secara sempurna di dalam Al-Quran. Sejak Ia dikandung Ibunya, hingga proses kedekatannya dengan Allah. Ia juga merupakan sosok perempuan yang menjadi Wali Allah. Sebagaimana firman Allah pada Surah Ali Imran ayat 42. 

وَإِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰكِ وَطَهَّرَكِ وَٱصْطَفَىٰكِ عَلَىٰ نِسَآءِ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)”

Nazar Ibu Maryam.

Dalam perjalanan hidupnya, ada sebahagian cerita, ketika Ibu Maryam bernazar kepada Allah. Peristiwa ini diabadikan dalam Surah Ali Imran ayat 35:

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)

Kesempurnaannya bukan dari kejayaan atau pencapaiannya dalam memimpin suatu bangsa. Kesempurnaan Maryam digambarkan bagaimana ketauhidan sangat kuat menyatu dan tertanam di dalam dirinya. Meski ia pernah rapuh karana fitnah terhadap apa yang menimpanya, tetapi Maryam terus kembali bangkit kerana dia memang dipilih Tuhan sebagai i’tibar untuk seluruh alam.

Dalam Nadzmud Durar fi Tanasubil Ayatal-Biqa’i menyebutkan, Maryam adalah putri Imran dan ibunya bernama Hannah binti Faaqud. (Al Biqa’i) Disaat Hannah hamil, ia telah menazarkan putra yang dikandungnya kepada Allah agar menjadi Hamba yang hanya ta’at ibadah, berkhidmat dengan Ikhlas hanya kepada Allah.

Namun ketika putranya lahir, Hannah menyesal dan berkata: “Ya Tuhan dia perempuan”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Hannah berkata demikian kerana pada masa itu nazarnya tidak akan diterima kecuali berjenis jantina lelaki. Tetapi Allah tetap menerima Maryam. (Ali ash shabuni, Shafwatut Tafasir)

Pada proses inilah Allah menunjukkan bahwa DiriNya bersifat Adil dan sangat mengagungkan perempuan, dengan menerima Maryam sebagai putri yang dinadzarkan ibunya. Bahkan Maryam dianugerahi berbagai kesempurnaan dalam ketauhidan dan beribadah kepada Tuhan. Ia diberi nama Maryam yang memiliki arti al-‘Aabidah Khadimah al-Rabb, seorang hamba Tuhan. Nama yang sangat agung kerana keagungan seorang hamba ialah ketika seluruh jiwa, nafas dan raganya menghamba secara sepenuhnya kepada Dzat yang Maha Agung.

Maryam dalam hidupnya memiliki tempat ibadah khusus, yang ia setiap harinya menghabiskan waktu ditempat ibadah tersebut hanya untuk beribadah kepada Allah. Namun, ketika ia sedang Haid maka ia meninggalkan tempat ibadahnya dan pergi ke rumah ibu saudaranya.

Allah S.W.T telah menghidangkan berbagai hidangan khusus untuk Maryam seperti berbagai buah-buahan, baik yang ada di musim kemarau mahupun musim hujan. Semua terhidang di tempat ‘Ibadah Maryam. Al-Quran merakamkan peristiwa ini ketika Nabi Zakariya masuk ke Tempat Ibadah Maryam, nabi Zakariya disebutkan masih saudara Maryam sehingga ia tidak segan untuk memasuki tempat Ibadahnya.

Nabi Zakaria terkejut dan bertanya, “dari manakah ini semua Maryam?” 

Maryam pun menjawab bahwa semuanya dari Allah, Allah dapat memberi rezeki kepada sesiapa pun tanpa harus bersusah payah hamba-Nya. Kerana kemuliaan Maryam itulah, Nabi Zakariya menjadikan tempat ibadah Maryam sebagai twassul untuk berdoa kepada Allah agar dikurniai Putra, dan dengan Izin Allah Nabi Zakariya yang sangat Tua pun dikurniakan Putra yang juga seorang Nabi. (Bisri Mustafa, Tafsir Al Ibriz)


Ujian atas Maryam dan Kedekatannya dengan Allah 

Suatu hari Malaikat Jibril mendatangi Maryam dengan merubah wujud Jibril sebagai pemuda yang tampan dan menghampiri Maryam. Kerana dia perempuan yang solehah, Maryam pun meminta agar pemuda tersebut menjauhi dirinya dan ia juga berlindung kepada Allah yang Maha Rahman. Jibril pun menyatakan bahwa ia diutus Tuhan untuk mengabarkan bahawa Maryam akan memiliki seorang Putra.

Maryam pun menyangkal pernyataan Jibril; “Bagaimana aku dapat memiliki seorang putra yang aku sendiri pun tidak menikah apalagi berbuat zina?”

Jibril pun menjawab: “Semua telah ditetapkan Allah, dan hal itu mudah bagi Allah”

Peristiwa ini juga akan menjadi tanda bagi kekuasaan Allah. Diceritakan bahwa saat itu Jibril meniup kepala Maryam dan Maryam saat itu pula hamil. Menurut para mufassir, Maryam tidak mengalami proses mengandung sebagaimana perempuan pada umumnya. Ia mengandung dalam waktu yang singkat dan tidak lama kemudian ‘Isa lahir di pengasingan.

Pada proses ini Maryam mengalami dilema yang luar biasa, kaumnya mencacinya sebagai seorang pezina, ia menanggung malu yang luar biasa kerana keluarganya juga termasuk keluarga yang sangat beriman dan menjaga agama dengan sebaiknya iaitu keluarga Imran.(Bisri Mushtafa, Tafsir Al Ibriz)

Tetapi, ‘Isa yang masih Bayi pun berkata, “Ibu tidak perlu sedih, aku adalah hamba Allah yang memang ditakdirkan tanpa Ayah, supaya menjadi Tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala”

Maryam pun kembali bangkit, karena ia sedar dengan pasti bahwa seluruh apa yang ditakdirkan bagi dirinya adalah sebagai tanda kekuasaan Allah.. Sungguh anugerah yang luar biasa. Anugerah yang hanya diperoleh siti Maryam sahaja.

Dalam proses ini Allah menunjukkan bahwa Allah menciptakan Manusia dalam empat macam; Manusia sebagaimana kita dilahirkan Ibu dan memiliki ayah, sebagaimana Isa dilahirkan Ibu Tanpa ayah, sebagaimana SIti Hawa, memiliki ayah tanpa Ibu, sebagaimana Nabi Adam Tanpa Ibu tanpa ayah. (Bisri Mushtafa, Tafsir Al-Ibriz)

Maryam adalah sosok perempuan yang kedekatannya dengan Tuhan telah diuji dengan berbagai proses yang luar biasa. Maryam sebagaimana perempuan lainnya, ia tetap Haid, melahirkan. Dia mengalami proses reproduksi perempuan dan Maryam tetap perempuan yang mencapai puncak kehambaan tertinggi.

Sebagai seorang perempuan yang solehah dan ta’at kepada Tuhan. Maryam dapat kita jadikan sebagai contoh ikutan perempuan yang terus menginspirasi perempuan lain untuk dekat dengan Tuhan dan bermanfaat untuk seluruh alam. Wahai perempuan di luar sana, jadilah sepertimana Maryam yang sangat meletakkan Allah sentiasa di hati. Ketaatan dalam beragama yang tiada tolok tandingnya… Allahumma solli ‘ala saidina Muhammad :”)